Wednesday, July 22, 2015

Lukisan Malam

Selimut malam jangan risaukan dinginku
jangan tiba dengan rahsia hitammu
kerna aku orang buta di tengah malam
tak bertongkat, aku tak perlu dakapanmu
aku mendengar dzikir alam dari lidah fauna
malam adalah rahsiaNya, buat para kekasih
yang tak akan bisu walau dalam sunyi ini
nurani tak tenggelam dalam sembunyi kalammu
malam adalah tempat yang terang bersinar
selimut malam lepaskan aku
biarlah ruhku terbang kembali ke negeriku
jangan pisahkan aku dengan rinduNya
rinduku tak rela terus bersembunyi padamu
aku mendamba kota cahaya
tanpa malu tetap kudakap lukisan malam
lepaskan aku, bebaskan aku
aku mendamba kota cahaya
aku mendamba kota cahaya
kota cahaya, negeri asalku.

Jika Bukan Kamu

Kau memerlukanku, menjadi teman
Aku pendamba yang rela menaruh nyawa
Agar tiada setitis pun air matamu jatuh
mengucup alam lalu memujinya
Tutur saja kehendakmu, aku penuhi
Kerapuhanmu akan tersembunyi pada tulangku
Kesepianmu adalah bayang-bayangku
Cinta hanyalah alasan untuk selalu bersama
Sedang darahku, mengalir untuk jantungmu
Nafas yang kuhembus, hanyalah merdu rinduku
Bisikkan namaku kerna jasadku jauh
dan walau dalam bungkam, akanku taatinya
Kau memerlukanku sepanjang waktu
Aku pendamba yang sanggup terus setia padamu
Sungguh, di sebalik setiap keperluan itu
Akulah yang tidak rela kehilanganmu

Kasih, jika bukan kamu
Maka takkan pernah adanya - aku.

Dua Saat

Dua saat terlalu jauh
Satu jengkal bukan jawapan kesumatku
Jarak cinta tidak perlu ruang dan waktu
Alam hanyalah cebis cerminan hakikat cinta
Begitulah jua pakaianmu yang tak kupandang
dan mataku yang tak memandang
Yang kuingin adalah bersamamu seakan kita satu
Lalu peluh keringatmu akan kau lihat pada keningku
dan kerut dahiku pada tapak tanganmu
Aku adalah dirimu hinggakan cinta, kita buang jauh
Namun cinta kekal sebagai rindu tiada penghujung
Saat itu,walau bumi terlipat agar bisa kau di sampingku
Kau tak lebih dekat untuk kuhidu kasturi rambutmu
atau untuk kubelai halus bibirmu
Jika kita bukan satu jiwa
maka aku hanya orang asing, dan kau orang asing bagiku
Dua saat terlalu jauh
Terlalu jauh untuk kubanggakan cintaku.

Rahsia Tawamu

Si gadis tersenyum, langit malam memberinya bintang-bintang
Ia tertawa, kusembunyi bahagia dalam egoku
Hanya senyummu membuatku terus berjaga di sisimu
Si jejaka tahu isi surat hati itu
Kelembutan hati yang tak tega menempuh dunia
Asamu hanyalah kesabaran yang tiada dimiliki ramai orang
Asaku, hanyalah pengharapan untukmu
Bahagia adalah potret sempurna kepedihan
Kerna parut semalam mustahil padam
Rupanya hujan di sini tak akan berhenti
Rahsia tawamu - akan membuat dunia menjadi murung
Sedang aku yang melihat akan turut menangis
dan kita menangis dalam sembunyi - dalam rahsia tawamu.

Tabir Cinta

Di dunia ini, siapa akan mengerti hati insan lain?
Selain dirinya sendiri - kerna setinggi-tinggi cinta
hanyalah mencintai diri sendiri
Di tengah keramaian, hati masih bisa kesunyian
Materialisme alam hanyalah lukisan kaku
Zahir dan batin rupanya entiti berbeza
yang mati di dalam hidup, dan hidup di dalam mati
Kerna itu,
Saat kau tersenyum, jangan lupa ada yang murung
Baginda Nabi (saw) bersabda:
"Tak sempurna iman tanpa mencintai saudaramu
seperti kau mencintai diri sendiri"
Mereka adalah aku dan aku adalah mereka
Tabir cinta dilucutkan - yang kulihat hanyalah aku

Romansa Bisu

Memujimu tidak cukup sekadar puitis
Tari lidah tak mampu menuturnya
Pada si penulis ini, engkau sesempurna puisi
Engkaulah cinta di luar sifat zahir
Yang lebur ke dalam ruh, dan lebih dalam lagi
Ibarat Qaisy yang layak digelar Majnun
Lautan cinta ini melepasi logika
Sehingga itulah dikatakan seakan gila
Kerna pencinta sudah tak perlu akalnya
Dalam kebisuan setiap sesuatu
Hadir cuma sebuah rasa
Tak terjelaskan walau dalam apa cara
Kerna cintamu, adalah Romansa Bisu...

Suara Senja

Damai ketika petang itu
Suara senja di ufuk, sedang berlagu
Warnanya jingga keemasan
adalah selendang yang ia labuhkan
sebagai menyambut tirai malam
Terlukis pada lantai laut
Wajahnya yang bungkam berseri
dan sinarnya yang berkaca-kaca
pada pepasiran di pantai
Damai suara senja petang itu
yang kulihat hanya wajahmu..